Selasa, 24 Januari 2012

Bahaya Dibalik Kebebasan Pers Indonesia

KerinciGoogle.com, - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Eko Maryadi mengungkapkan, di ASEAN, pers Indonesia paling mendapat kebebasan.
Untuk itu, menurutnya, insan pers Indonesia pantas mensyukuri hal tersebut. Namun demikian, masih ada ancaman berupa impunitas. "Impunitas biasanya pembiaran oleh aparat, sehingga pemerintah dianggap tidak perlu berbuat apa-apa," kata Eko, saat ditemui di Jakarta, Sabtu 21 Januari 2012.

Impunitas adalah satu keadaan ketika pelaku penghilangan nyawa---baik yang menjadi korban adalah jurnalis, aktivis, atau pengacara---lolos dari investigasi maupun proses pengadilan.

Menurut dia, bahaya kekerasan masih menjadi kecemasan, sehingga Indonesia tidak bisa dikatakan bebas sepenuhnya. "Ada kebebasan, tetapi bebas memberitakan tanggung resikonya," ujar dia.

Eko mengungkapkan, angka kekerasan hingga pembunuhan sepanjang 2010-2011 cukup mengkhawatirkan. Dia mencontohkan kasus Alfred Mirulewan, wartawan Tabloid Pelangi Maluku, Ridwan Selamun di Tual, dan Ardiansyah Mat Rais di Papua.

Menurut dia, dari serangkaian insiden kekerasan itu, hampir semuanya tidak ada pelaku yang dihukum berat. Dalam kasus Ridwan Selamun misalnya, pelaku ditangkap tetapi pengadilan memvonis bebas.

"Satu-satunya kasus pembunuhan jurnalis yang jelas, hanya kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Prabangsa," katanya.
"Dari sepuluh kasus yang terekam, hanya satu yang terungkap. Ini diduga karena ada impunitas, ini yang saya sebut bahaya impunitas," tambah Eko.
Sumber : VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Telah Mau Berkunjung Datang di Blog Berita Bagi Kita Semua, Siapapun Anda Boleh Menulis, Berkomentar, Mengirimkan Berita, Membuat Artikel ataupun Menceritakan tentang Hobby Masing-Masing, Kami Tidak bertanggung Jawab Dengan Akibat Yang ditimbulkan Konten Berita dan Artikel di Blog Ini, Pikir itu Pelita Hati,Jadi PIKIRKANLAH!!!, Komentar Yang Meniggalkan Links PORNO Akan Dihapus!!!